Menanam kembang di padang tandus.
Perlu upaya besar untuk membuatnya subur dan berbau harum.
Seperti itulah dia berkata.
Pengetahuannya masih dangkal.
Dia masih perlu belajar banyak soal meyakinkan.
Belajar banyak tentang pengorbanan.
Dan belajar banyak akan penantian panjang dengan keikhlasan.
Permintaan besar yang selalu jadi doa di setiap hembusan.
Keajaiban muncul dari segenap arah.
Padang tandus berubah jadi taman yang penuh cerita.
Satu cerita untuk satu hati.
FS.
Minggu, 19 Mei 2013
NYET
Aku membutuhkanmu jauh lebih dari aku membutuhkan nyawaku.
Aku takkan pernah menyerah dengan keadaan yang akan membuat sesal untk cerita hidup.
Menjagamu merupakan ibadah bagiku.
Kelemahanku adalah kekuatanmu.
Aku takkan pernah menyerah dengan keadaan yang akan membuat sesal untk cerita hidup.
Menjagamu merupakan ibadah bagiku.
Kelemahanku adalah kekuatanmu.
Kelemahanmu adalah kekuatanku.
Berdiam tanpa tanda bukanlah arti cerita itu akan berakhir.
Siapa yang jadi pemenang, dan siapa yang akan terkalahkan?
Aku atau Kamu.
Bukan untuk mereka.
Berdiam tanpa tanda bukanlah arti cerita itu akan berakhir.
Siapa yang jadi pemenang, dan siapa yang akan terkalahkan?
Aku atau Kamu.
Bukan untuk mereka.
Senin, 04 Februari 2013
MAAF
Binar cahaya redup selalu setia jadi teman penyesalan panjang.
Susah untuk kembali karna pintu maaf telah tertutup.
Aku hidup ambang dengan beribu dosa.
Maafkan aku dengan egoku.
Keyakinan besar dari diri bahwa kau akan datang.
Datang untuk memaki atau untuk memaafkan.
Susah untuk kembali karna pintu maaf telah tertutup.
Aku hidup ambang dengan beribu dosa.
Maafkan aku dengan egoku.
Keyakinan besar dari diri bahwa kau akan datang.
Datang untuk memaki atau untuk memaafkan.
Jumat, 28 Oktober 2011
PERMINTAAN UNTUK RUMI DAN HALI
Dia sadar akan keberadaanku.
Terlepas atau selalu disisi adalah ketentuan.
Salahkah jika aku berusaha?
Banyak yang bilang aku sedang tersesat.
Padahal aku tau tempat yang ku tuju.
Dimana aku?
Segalanya telah kudapat dari dirimu dan ku kira itu cukup, tapi tidak untuk hatimu.
Terlalu banyak berhayal.
Pada awal berpikir mudah.
Tak pernah mengira akan larut seperti ini.
Gundah yang yang semakin menjadi.
Rumi....
Bantu aku untuk melewati semua ini.
Hali......
Tenangkan sejenak aku dalam penantianku.
Terlepas atau selalu disisi adalah ketentuan.
Salahkah jika aku berusaha?
Banyak yang bilang aku sedang tersesat.
Padahal aku tau tempat yang ku tuju.
Dimana aku?
Segalanya telah kudapat dari dirimu dan ku kira itu cukup, tapi tidak untuk hatimu.
Terlalu banyak berhayal.
Pada awal berpikir mudah.
Tak pernah mengira akan larut seperti ini.
Gundah yang yang semakin menjadi.
Rumi....
Bantu aku untuk melewati semua ini.
Hali......
Tenangkan sejenak aku dalam penantianku.
Jumat, 07 Oktober 2011
BUKAN PENENTU
Aku menjadi lemah dengan keadaan.
Segala ucap dan laku yang dinilai bodoh merupakan wujud untuk mengenalmu lebih mendalam.
Makilah aku dengan kebencian dan kemurkaanmu.
Sabar menunggu jika kau yakin dnegan ketulusanku.
Tak ingin selalu berhayal.
Aku tersadar.
Aku bukan penuntut makian dan kesabaran yang didasari rasa iba untuk diriku yang hina.
Kau mungkin akan peduli.
Bantulah aku untuk lepas dari alur yang membuat aku dilema.
Siapa yang jadi penentu?
Kau untuk orang yang kutuju.
Dia untuk sesuatu yang mengiringi langkahku.
Untuk sang perayu dan yang di rayu.
Segala ucap dan laku yang dinilai bodoh merupakan wujud untuk mengenalmu lebih mendalam.
Makilah aku dengan kebencian dan kemurkaanmu.
Sabar menunggu jika kau yakin dnegan ketulusanku.
Tak ingin selalu berhayal.
Aku tersadar.
Aku bukan penuntut makian dan kesabaran yang didasari rasa iba untuk diriku yang hina.
Kau mungkin akan peduli.
Bantulah aku untuk lepas dari alur yang membuat aku dilema.
Siapa yang jadi penentu?
Kau untuk orang yang kutuju.
Dia untuk sesuatu yang mengiringi langkahku.
Untuk sang perayu dan yang di rayu.
BELAHAN HATI YANG TERABAIKAN
Sadar akan sesuatu yang mengambang.
Aku tak ingin terlalu larut.
Bahagia sesaat, walau hanya dapat mengenal sisi luarmu.
Bila kau sadar dan mengerti.
Timbunlah semua rasa dalam hati dan ledakan pada hati yang nanti akan kau beri.
Aku tak perlu memaksa bila harus berakhir dengan keterpurukan.
Cukuplah aku jadi belahan hati yang terabaikan.
Permintan besarku.
Jaga dirimu.
Sakit dan Ikhlas, itulah yang kurasa.
Aku tak ingin terlalu larut.
Bahagia sesaat, walau hanya dapat mengenal sisi luarmu.
Bila kau sadar dan mengerti.
Timbunlah semua rasa dalam hati dan ledakan pada hati yang nanti akan kau beri.
Aku tak perlu memaksa bila harus berakhir dengan keterpurukan.
Cukuplah aku jadi belahan hati yang terabaikan.
Permintan besarku.
Jaga dirimu.
Sakit dan Ikhlas, itulah yang kurasa.
BEBAN DARI BUAH KEJUJURAN
Secangkir kopi jadi pembuka pembicaraan.
Di bangku itu, untuk yang kedua kali aku mengungkap rasa.
Gugupnya aku sesaat setelah kulihat beningnya bola mata yang membalas tatapanku.
Semakin menjadi dan meluap dengan ketidak ikhlasan.
Merasa bodoh, tapi bahagia dengan keadaan.
Walaupun asa tak berbalas, aku puas.
Cukuplah dari kejauhan aku melihat dan merasakan kebahagiaanmu.
Keteguhan membuat aku seperti ini.
Maafkan aku dengan kelancanganku.
Semua terhantur untukmu.
Susah membedakan antara awalan dan akhiran.
Tanda tanya besar jadi penutup pembicaraan.
Di bangku itu, untuk yang kedua kali aku mengungkap rasa.
Gugupnya aku sesaat setelah kulihat beningnya bola mata yang membalas tatapanku.
Semakin menjadi dan meluap dengan ketidak ikhlasan.
Merasa bodoh, tapi bahagia dengan keadaan.
Walaupun asa tak berbalas, aku puas.
Cukuplah dari kejauhan aku melihat dan merasakan kebahagiaanmu.
Keteguhan membuat aku seperti ini.
Maafkan aku dengan kelancanganku.
Semua terhantur untukmu.
Susah membedakan antara awalan dan akhiran.
Tanda tanya besar jadi penutup pembicaraan.
Aku akan merasa terbebani.
Minggu, 25 September 2011
SOSOK TAK BERNYAWA
Aku membutuhkanmu.
Meski aku tak tau apa tujuanku.
Kurasaakan sesaat, kemudian hilang bagai angin.
Akan ku kejar kemanapun engkau pergi dan bersembunyi.
Untuk ego, akal, hati, dimana kalian?
Meski aku tak tau apa tujuanku.
Kurasaakan sesaat, kemudian hilang bagai angin.
Akan ku kejar kemanapun engkau pergi dan bersembunyi.
Untuk ego, akal, hati, dimana kalian?
PENGINGAT
Sosok kesempurnaan adalah idaman setiap orang.
Mulai dari diri pribadi bahakan seseorang yang akan jadi pendamping hidup.
Tak heran jika banyak cara yang di tempuh untuk mendapatkan kesempurnaan itu.
Beberapa orang masih berusaha karna belum mendapatkan apa yang ia inginkan.
Dan sisanya telah bersyukur dengan apa yang ia dapatkan, karna dia sadar bahwa pada dasarnya manusia di tuntut untuk menerima apa adanya.
Mulai dari diri pribadi bahakan seseorang yang akan jadi pendamping hidup.
Tak heran jika banyak cara yang di tempuh untuk mendapatkan kesempurnaan itu.
Beberapa orang masih berusaha karna belum mendapatkan apa yang ia inginkan.
Dan sisanya telah bersyukur dengan apa yang ia dapatkan, karna dia sadar bahwa pada dasarnya manusia di tuntut untuk menerima apa adanya.
PERKATAAN SEORANG IMAM
Apa istimewanya antara dia dan kamu.
Hingga kau mengatakan dia lebih baik dari kamu.
Ingat janji.
Yang aku tuntun hanya satu yaitu kamu, bukan dia.
Untuk kamu yang menganggap aku sebagai imammu.
Hingga kau mengatakan dia lebih baik dari kamu.
Ingat janji.
Yang aku tuntun hanya satu yaitu kamu, bukan dia.
Untuk kamu yang menganggap aku sebagai imammu.
KAKAMEHA
Babak pertama
Perubahan sikap ini mungkin membuat dia curiga dan penasaran.
inilah aku, dengan wujud nyataku.
Untuk aku dan dia.
Mengharap balasan
Babak ke-2
Menyadari kesalahan,
Inilah tuntutan,
Sebuah pengalihan,
Masa pencarian,
Mengharap balasan,
Dia Pemalu,
Dia memahami,
Jangan berubah,
Segera menyapa,
Cobalah kesempatan,
Maafkan aku,
Babak ke-3
Untuk sang penentu
Perubahan sikap ini mungkin membuat dia curiga dan penasaran.
inilah aku, dengan wujud nyataku.
Untuk aku dan dia.
Mengharap balasan
Babak ke-2
Menyadari kesalahan,
Inilah tuntutan,
Sebuah pengalihan,
Masa pencarian,
Mengharap balasan,
Dia Pemalu,
Dia memahami,
Jangan berubah,
Segera menyapa,
Cobalah kesempatan,
Maafkan aku,
Babak ke-3
Untuk sang penentu
Sabtu, 13 Agustus 2011
DOA
Akhir dari penantian.
Sang sosok telah datang mengisi ruang.
Takkan ku lepas dari genggaman.
Tak perduli segala ujian.
Takkan pernah takluk akan godaan.
Surga yang tampak.Permintaan besarku, balas aku.
Oh.... Gusti.
Jaga kami.
Untuk aku, dia, dan mereka.
Sang sosok telah datang mengisi ruang.
Takkan ku lepas dari genggaman.
Tak perduli segala ujian.
Takkan pernah takluk akan godaan.
Surga yang tampak.
Oh.... Gusti.
Jaga kami.
Untuk aku, dia, dan mereka.
Selasa, 01 Maret 2011
PERAYU
Pertanyaan besar muncul disertai ketakutan.
Setiap sesal mewujud keikhlasan yang tampak.
Setiap sesal mewujud keikhlasan yang tampak.
Jutaan detik telah terlewati.
Muncul.
Berusaha untuk meyakinkan sosok kesempurnaan.
Sadar akan kesalahan.
Berubah di saat waktu membutuhkan.
Apakah terlambat.
Aku bukan perayu, bukan pengaku.
Untuk sang pemalu.
Selasa, 23 November 2010
DETAK YANG BERSAHUT
Saat napas menjadi wujud yang bernyawa.
Akan membeku bagai belahan kutub.
Terengah-engah bak kesurupan.
Menunggu hentian detak yang bersahut.
Sakit.
Jumat, 19 November 2010
AYAT
Jika kau berani mencintaiku karena kekuranganku.
Kenapa aku harus takut mencintaimu karena kekuranganmu.
Berusaha untuk menjadi yang sempurna karena merasa tak sempurna.
Inilah kenyataan yang intinya manusia dituntut untuk menerima apa adanya.
Debu yang mengambang.
NYAP
Persembahan terbaik dari yang menganggap dirinya terbaik.
Imbalan apa yang kau harapkan dari persembahan itu.
Sendu kian mendayu, semakin larut dan berubah menjadi pilu.
Oh jibril, ijinkan aku mengadu.
Menuntut surga dari adam dan hawa.
Setetes air yang kau beri, akan melepas dahaga yang selama ini ku rasa.
Tumpuan yang tak berhati.
Aku terpingkal-pingkal.
HINA
Berhayal jadi pusat perhatian,
tapi tak punya kelebihan dan tak pernah untuk d perhatikan.
Berusaha untuk menjadi baik,
karna khilaf dan dianggap selalu jahat.
Ingin Melihat dengan baik,
mata tak mampu terbuka dan mendapat penilaian buta.
Mau mengungkap rasa,
tapi malu dan d bilang tak punya nyali.
Akhirnya pasrah,
merunggu dan selalu menyendiri.
Di balik kelanjutan.
PERMINTAAN HATI
Kutulis dengan linangan air mata,
Kumohon dengan sangat,
Hina aku dengan hinaan yang paling membuat aku malu,
Maki aku dengan cacian yang paling kotor,
Kutuk aku dengan kutukan yang paling sakral,
Tikam aku dengan benda yang paling tajam,
Bakar aku hingga menjadi abu,
Lemparkan aku pada jurang paling terjal,
Seret aku pada jalan yang penuh dengan pecahan kaca,
Jerat aku dengan tali yang paling kasar,
Hidupku sekarang tanpa arti,
Jika aku menghilang,
Satu permintaan besarku,
Ingat aku.
Kumohon dengan sangat,
Hina aku dengan hinaan yang paling membuat aku malu,
Maki aku dengan cacian yang paling kotor,
Kutuk aku dengan kutukan yang paling sakral,
Tikam aku dengan benda yang paling tajam,
Bakar aku hingga menjadi abu,
Lemparkan aku pada jurang paling terjal,
Seret aku pada jalan yang penuh dengan pecahan kaca,
Jerat aku dengan tali yang paling kasar,
Hidupku sekarang tanpa arti,
Jika aku menghilang,
Satu permintaan besarku,
Ingat aku.
HARI INI
Ya Allah..... sekarang aku dilanda delima besar.
Aku tak tahu lagi harus mengikuti keinginan hatiku yang mana .
Terus bertahan dengan membaca satu lembaran itu.
Atau menutupnya dan membuka lembaran yang baru.
Aku tak tahu lagi harus mengikuti keinginan hatiku yang mana .
Terus bertahan dengan membaca satu lembaran itu.
Atau menutupnya dan membuka lembaran yang baru.
SAJAK BARU
Ya Allah.....
Kemaren aku ingin melangkah.
Dan pada akhirnya engkau menunjukanaku sebuah jalan.
Jika ini jalan dimana aku akan berpijak.
Maka bimbinglah aku untuk melangkah di jalan tersebut.......
Ya Allah....
Kemaren aku ingin mencari tempat berteduh.
Dan pada akhirnya engkau menunjukan aku sebuah rumah.
Jika ini rumah dimana aku akan berdiam.
Maka bimbinglah aku untuk menjaga rumahmu dengan sebaik-baiknya.......
Kemaren aku ingin melangkah.
Dan pada akhirnya engkau menunjukanaku sebuah jalan.
Jika ini jalan dimana aku akan berpijak.
Maka bimbinglah aku untuk melangkah di jalan tersebut.......
Ya Allah....
Kemaren aku ingin mencari tempat berteduh.
Dan pada akhirnya engkau menunjukan aku sebuah rumah.
Jika ini rumah dimana aku akan berdiam.
Maka bimbinglah aku untuk menjaga rumahmu dengan sebaik-baiknya.......
Selasa, 20 Juli 2010
HITAM PUTIH
Benar seperti yang kebanyakan orang katakan.
Tak selamanya indah, tak selamanya baik.
Selalu menganggap seseorang itu baik,
Tapi penilaian tak seperti kenyataannya,
Berputar arah.
Menipu......
Buka saja jilbab, cadar dan pakaianmu.
Dan menari narilah d depan orang banyak.
Agar semua orang tahu kelicikanmu.
Kalau saja tanpa dosa dan aku d ijinkan untuk membunuhmu,
Tanpa pikir panjang akan ku sayat dan ku cincang-cincang tubuhmu.
Pergilah kau dari kehidupanku,
Jangan pernah mendengarkan suara dan menampakan sosokmu.
Aku benci hingga tak mau untuk membayanganmu.
Tapi aku juga kasihan kepadanya.
Tak selamanya indah, tak selamanya baik.
Selalu menganggap seseorang itu baik,
Tapi penilaian tak seperti kenyataannya,
Berputar arah.
Menipu......
Buka saja jilbab, cadar dan pakaianmu.
Dan menari narilah d depan orang banyak.
Agar semua orang tahu kelicikanmu.
Kalau saja tanpa dosa dan aku d ijinkan untuk membunuhmu,
Tanpa pikir panjang akan ku sayat dan ku cincang-cincang tubuhmu.
Pergilah kau dari kehidupanku,
Jangan pernah mendengarkan suara dan menampakan sosokmu.
Aku benci hingga tak mau untuk membayanganmu.
Tapi aku juga kasihan kepadanya.
Selasa, 06 Juli 2010
KACA YANG HILANG
Terjawab sudah pertanyaan besarku malam ini.
Debu kembali lagi mengambang.
Huh, inilah hidup pernuh warna.
Meski tersenyum, hati begitu sakit.
Tanpa disadari, yang di sayang berbalik arah.
Akankah terulang.
Menunggu kelanjutan.
Lentera tanpa sumbu kini menyala, jauh lebih terang.
Mulut yang selama ini membisu kini menjadi berani untuk memaki.
Debu kembali lagi mengambang.
Huh, inilah hidup pernuh warna.
Meski tersenyum, hati begitu sakit.
Tanpa disadari, yang di sayang berbalik arah.
Akankah terulang.
Menunggu kelanjutan.
Lentera tanpa sumbu kini menyala, jauh lebih terang.
Mulut yang selama ini membisu kini menjadi berani untuk memaki.
KATA
Kemaren adalah masa dimana aku banyak melakukan.
Sekarang adalah masa untuk aku mengumpulkan.
Esok adalah masa dimana aku akan selalu mengingat.
Susah membedakan antara baik dan buruk.
Sekarang adalah masa untuk aku mengumpulkan.
Esok adalah masa dimana aku akan selalu mengingat.
Susah membedakan antara baik dan buruk.
DEBU
Sebuah kisah nyata.
Manusia yang merendah yang selalu menganggap dirinya tak lebih dari debu yang mengambang.
Pernah suatu waktu debu itu ingin berdiam pada sebuah kaca.
Dulu kaca itu lugu, sekarang kebalikannya.
Sekarang kaca itu telah terlindungi.
Debu itu sekarang mengambang.
Ingin melekat pada kaca yang lain, tapi tak mampu.
Kata terakhir dari sang debu
"Aku akan menunggu pelindung kaca itu pudar, supaya aku bisa melekat dan berdiam pada kaca yang ku inginkan".
Manusia yang merendah yang selalu menganggap dirinya tak lebih dari debu yang mengambang.
Pernah suatu waktu debu itu ingin berdiam pada sebuah kaca.
Dulu kaca itu lugu, sekarang kebalikannya.
Sekarang kaca itu telah terlindungi.
Debu itu sekarang mengambang.
Ingin melekat pada kaca yang lain, tapi tak mampu.
Kata terakhir dari sang debu
"Aku akan menunggu pelindung kaca itu pudar, supaya aku bisa melekat dan berdiam pada kaca yang ku inginkan".
Jumat, 19 Juni 2009
BAIT TERPILU
Dihari ini semua berakhir sudah.
Kita berdua harus berpisah.
Jangan ingat hal.
Yang membuat marah atau kecewa.
Kenangan indah slalu menjadi kesan dihati.
Akhirnya ketakutanku menjadi nyata.
Kita tertuju pada jalan yang berbeda arah.
Semua ini mengandung arti yang bermakna.
Karna setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.
Mungkin ini jalan terbaik tuk kita berdua.
Untuk menemukan kebahagiaan yang abadi.
Cukup banyak waktu yang kita lalui berdua.
Semua tak pernah terbuang percuma.
Dan hapuslah air mata yang membasahi pipi.
Karna semua itu takkan pernah bisa.
Mengembalikan masa tuk kita berdua.
Kita berdua harus berpisah.
Jangan ingat hal.
Yang membuat marah atau kecewa.
Kenangan indah slalu menjadi kesan dihati.
Akhirnya ketakutanku menjadi nyata.
Kita tertuju pada jalan yang berbeda arah.
Semua ini mengandung arti yang bermakna.
Karna setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.
Mungkin ini jalan terbaik tuk kita berdua.
Untuk menemukan kebahagiaan yang abadi.
Cukup banyak waktu yang kita lalui berdua.
Semua tak pernah terbuang percuma.
Dan hapuslah air mata yang membasahi pipi.
Karna semua itu takkan pernah bisa.
Mengembalikan masa tuk kita berdua.
Minggu, 14 Juni 2009
PERKATAAN HATI
Sebuah kisah telah dimulai.
Rintihan syahdu mulai terdengar.
Mengikhlaskan semua kenangan yang hilang.
Yang berlalu biarkan berlalu.
Amukan rindu takkan berganti bahagia.
Semuanya akan terulang.
Tapi tidak cinta yang hilang.
Inilah Hidup yang harus dijalani.
Rintihan syahdu mulai terdengar.
Mengikhlaskan semua kenangan yang hilang.
Yang berlalu biarkan berlalu.
Amukan rindu takkan berganti bahagia.
Semuanya akan terulang.
Tapi tidak cinta yang hilang.
Inilah Hidup yang harus dijalani.
MENANTI
Enggan rasa aku melangkah.
Lama sudah aku menanti.
Perasaan ini tak tentu arah.
Yang selalu menemani hati.
Emosi datang dan tak lama pergi.
Yang diganti dengan kelembutan hati.
Akankah aku untuk terus begini.
Hidup tanpa seseorang yang ada di sisi.
Ataukah aku tak pernah menyadari.
Bahwasanya seseorang itu telah ada menemani.
Lama sudah aku menanti.
Perasaan ini tak tentu arah.
Yang selalu menemani hati.
Emosi datang dan tak lama pergi.
Yang diganti dengan kelembutan hati.
Akankah aku untuk terus begini.
Hidup tanpa seseorang yang ada di sisi.
Ataukah aku tak pernah menyadari.
Bahwasanya seseorang itu telah ada menemani.
SUARA ADAM
Tak mampu aku mendengar suara.
Yang mengalun syahdu dari mulutmu.
Luluh akau menatap mata.
Yang sangat indah di wajahmu.
Engkau adalah hawa.
Yang mengejutkan dalam renunganku.
Dan kau adalah relung.
Yang slalu ada didalam mimpi indahku.
Ku ingin kau menjadi yang tersuci.
Suci dari jiwa maupun raga.
Karna kau adalah seseorang.
Yang tercipta sempurna untukku.
Di kehidupan kini maupun nanti.
Yang mengalun syahdu dari mulutmu.
Luluh akau menatap mata.
Yang sangat indah di wajahmu.
Engkau adalah hawa.
Yang mengejutkan dalam renunganku.
Dan kau adalah relung.
Yang slalu ada didalam mimpi indahku.
Ku ingin kau menjadi yang tersuci.
Suci dari jiwa maupun raga.
Karna kau adalah seseorang.
Yang tercipta sempurna untukku.
Di kehidupan kini maupun nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)