Selasa, 20 Juli 2010

HITAM PUTIH

Benar seperti yang kebanyakan orang katakan.
Tak selamanya indah, tak selamanya baik.
Selalu menganggap seseorang itu baik,
Tapi penilaian tak seperti kenyataannya,
Berputar arah.
Menipu......
Buka saja jilbab, cadar dan pakaianmu.
Dan menari narilah d depan orang banyak.
Agar semua orang tahu kelicikanmu.
Kalau saja tanpa dosa dan aku d ijinkan untuk membunuhmu,
Tanpa pikir panjang akan ku sayat dan ku cincang-cincang tubuhmu.
Pergilah kau dari kehidupanku,
Jangan pernah mendengarkan suara dan menampakan sosokmu.
Aku benci hingga tak mau untuk membayanganmu.
Tapi aku juga kasihan kepadanya.

Selasa, 06 Juli 2010

KACA YANG HILANG

Terjawab sudah pertanyaan besarku malam ini.
Debu kembali lagi mengambang.
Huh, inilah hidup pernuh warna.
Meski tersenyum, hati begitu sakit.
Tanpa disadari, yang di sayang berbalik arah.
Akankah terulang.
Menunggu kelanjutan.
Lentera tanpa sumbu kini menyala, jauh lebih terang.
Mulut yang selama ini membisu kini menjadi berani untuk memaki.

KATA

Kemaren adalah masa dimana aku banyak melakukan.
Sekarang adalah masa untuk aku mengumpulkan.
Esok adalah masa dimana aku akan selalu mengingat.
Susah membedakan antara baik dan buruk.

DEBU

Sebuah kisah nyata.
Manusia yang merendah yang selalu menganggap dirinya tak lebih dari debu yang mengambang.
Pernah suatu waktu debu itu ingin berdiam pada sebuah kaca.
Dulu kaca itu lugu, sekarang kebalikannya.
Sekarang kaca itu telah terlindungi.
Debu itu sekarang mengambang.
Ingin melekat pada kaca yang lain, tapi tak mampu.
Kata terakhir dari sang debu
"Aku akan menunggu pelindung kaca itu pudar, supaya aku bisa melekat dan berdiam pada kaca yang ku inginkan".