Aku menjadi lemah dengan keadaan.
Segala ucap dan laku yang dinilai bodoh merupakan wujud untuk mengenalmu lebih mendalam.
Makilah aku dengan kebencian dan kemurkaanmu.
Sabar menunggu jika kau yakin dnegan ketulusanku.
Tak ingin selalu berhayal.
Aku tersadar.
Aku bukan penuntut makian dan kesabaran yang didasari rasa iba untuk diriku yang hina.
Kau mungkin akan peduli.
Bantulah aku untuk lepas dari alur yang membuat aku dilema.
Siapa yang jadi penentu?
Kau untuk orang yang kutuju.
Dia untuk sesuatu yang mengiringi langkahku.
Untuk sang perayu dan yang di rayu.
Segala ucap dan laku yang dinilai bodoh merupakan wujud untuk mengenalmu lebih mendalam.
Makilah aku dengan kebencian dan kemurkaanmu.
Sabar menunggu jika kau yakin dnegan ketulusanku.
Tak ingin selalu berhayal.
Aku tersadar.
Aku bukan penuntut makian dan kesabaran yang didasari rasa iba untuk diriku yang hina.
Kau mungkin akan peduli.
Bantulah aku untuk lepas dari alur yang membuat aku dilema.
Siapa yang jadi penentu?
Kau untuk orang yang kutuju.
Dia untuk sesuatu yang mengiringi langkahku.
Untuk sang perayu dan yang di rayu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar