Selasa, 23 November 2010

DETAK YANG BERSAHUT

Saat napas menjadi wujud yang bernyawa. 
Akan membeku bagai belahan kutub. 
Terengah-engah bak kesurupan. 
Menunggu hentian detak yang bersahut. 
Sakit.

Jumat, 19 November 2010

AYAT

Jika kau berani mencintaiku karena kekuranganku.
Kenapa aku harus takut mencintaimu karena kekuranganmu.
Berusaha untuk menjadi yang sempurna karena merasa tak sempurna.
Inilah kenyataan yang intinya manusia dituntut untuk menerima apa adanya.
Debu yang mengambang.

NYAP

Persembahan terbaik dari yang menganggap dirinya terbaik.
Imbalan apa yang kau harapkan dari persembahan itu.
Sendu kian mendayu, semakin larut dan berubah menjadi pilu.
Oh jibril, ijinkan aku mengadu.
Menuntut surga dari adam dan hawa.
Setetes air yang kau beri, akan melepas dahaga yang selama ini ku rasa.
Tumpuan yang tak berhati.
Aku terpingkal-pingkal.

HINA

Berhayal jadi pusat perhatian,
tapi tak punya kelebihan dan tak pernah untuk d perhatikan.
Berusaha untuk menjadi baik,
karna khilaf dan dianggap selalu jahat.
Ingin Melihat dengan baik,
mata tak mampu terbuka dan mendapat penilaian buta.
Mau mengungkap rasa,
tapi malu dan d bilang tak punya nyali.
Akhirnya pasrah,
merunggu dan selalu menyendiri.
Di balik kelanjutan.

PERMINTAAN HATI

Kutulis dengan linangan air mata,
Kumohon dengan sangat,
Hina aku dengan hinaan yang paling membuat aku malu,
Maki aku dengan cacian yang paling kotor,
Kutuk aku dengan kutukan yang paling sakral,
Tikam aku dengan benda yang paling tajam,
Bakar aku hingga menjadi abu,
Lemparkan aku pada jurang paling terjal,
Seret aku pada jalan yang penuh dengan pecahan kaca,
Jerat aku dengan tali yang paling kasar,
Hidupku sekarang tanpa arti,
Jika aku menghilang,
Satu permintaan besarku,
Ingat aku.

HARI INI

Ya Allah..... sekarang aku dilanda delima besar.
Aku tak tahu lagi harus mengikuti keinginan hatiku yang mana .
Terus bertahan dengan membaca satu lembaran itu.
Atau menutupnya dan membuka lembaran yang baru.

SAJAK BARU

Ya Allah.....
Kemaren aku ingin melangkah.
Dan pada akhirnya engkau menunjukanaku sebuah jalan.
Jika ini jalan dimana aku akan berpijak.
Maka bimbinglah aku untuk melangkah di jalan tersebut.......

Ya Allah....
Kemaren aku ingin mencari tempat berteduh.
Dan pada akhirnya engkau menunjukan aku sebuah rumah.
Jika ini rumah dimana aku akan berdiam.
Maka bimbinglah aku untuk menjaga rumahmu dengan sebaik-baiknya.......

Selasa, 20 Juli 2010

HITAM PUTIH

Benar seperti yang kebanyakan orang katakan.
Tak selamanya indah, tak selamanya baik.
Selalu menganggap seseorang itu baik,
Tapi penilaian tak seperti kenyataannya,
Berputar arah.
Menipu......
Buka saja jilbab, cadar dan pakaianmu.
Dan menari narilah d depan orang banyak.
Agar semua orang tahu kelicikanmu.
Kalau saja tanpa dosa dan aku d ijinkan untuk membunuhmu,
Tanpa pikir panjang akan ku sayat dan ku cincang-cincang tubuhmu.
Pergilah kau dari kehidupanku,
Jangan pernah mendengarkan suara dan menampakan sosokmu.
Aku benci hingga tak mau untuk membayanganmu.
Tapi aku juga kasihan kepadanya.

Selasa, 06 Juli 2010

KACA YANG HILANG

Terjawab sudah pertanyaan besarku malam ini.
Debu kembali lagi mengambang.
Huh, inilah hidup pernuh warna.
Meski tersenyum, hati begitu sakit.
Tanpa disadari, yang di sayang berbalik arah.
Akankah terulang.
Menunggu kelanjutan.
Lentera tanpa sumbu kini menyala, jauh lebih terang.
Mulut yang selama ini membisu kini menjadi berani untuk memaki.

KATA

Kemaren adalah masa dimana aku banyak melakukan.
Sekarang adalah masa untuk aku mengumpulkan.
Esok adalah masa dimana aku akan selalu mengingat.
Susah membedakan antara baik dan buruk.

DEBU

Sebuah kisah nyata.
Manusia yang merendah yang selalu menganggap dirinya tak lebih dari debu yang mengambang.
Pernah suatu waktu debu itu ingin berdiam pada sebuah kaca.
Dulu kaca itu lugu, sekarang kebalikannya.
Sekarang kaca itu telah terlindungi.
Debu itu sekarang mengambang.
Ingin melekat pada kaca yang lain, tapi tak mampu.
Kata terakhir dari sang debu
"Aku akan menunggu pelindung kaca itu pudar, supaya aku bisa melekat dan berdiam pada kaca yang ku inginkan".